Belajar bersama Tatiek Andajani!

Unesco menetapkan empat tujuan belajar sepanjang hayat, yaitu 1.learning how to know; 2.learning how to do;3.learning how to be dan 4.learning how to live together in harmony. Tahapan awal seseorang belajar, dimulai dari capaian kognitif, di mana pembelajar belajar untuk ‘tahu’. Pada tahapan berikutnya, berdasarkan pengetahuan yang telah diperoleh pembelajar akan maju ke tahapan belajar ‘melakukan’ atau ‘praktek’. Adapun tahapan ke tiga dari proses belajar merujuk pada aspek afektif atau sikap di mana pembelajar setelah tahu dan mampu melakukan atau mempraktekkan pengetahuannya, ia akan menumbuhkan sikap profesional sesuai dengan pengetahuan dan keterampilannya tersebut.

Hasil proses belajar tertinggi tercapai bila pembelajar telah mampu dalam level pengetahuan yang dimilikinya bertindak memberikan kontribusi pada masyarakat sehingga pengetahuan dan keterampilannya berkembang menjadi jati diri serta pada tahapan berikutnya mampu hidup bersama dengan masyarakatnya dalam harmoni. Harmoni di sini, mengandung makna si pembelajar telah sampai pada tahapan mampu menjadi dirinya sendiri, tanpa mengurangi penghargaannya pada perbedaan kontribusi dan kemampuan anggota masyarakat lain. Kebersamaan dalam potensi yang berbeda ini akan saling mengisi dan menyempurnakan sehingga seluruh peran dan fungsi yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat dapat terpenuhi.

Deskripsi di atas memberikan gambaran bahwa dalam proses belajar, kita semua berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ini sebuah pemahaman yang sangat sederhana. Jadi jika seseorang belajar dan kemudian tidak menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya, maka dapat dikatakan tujuan proses belajar belum tercapai.

Iklan

Belajar dari Wong Tengger

Wong Tengger adalah komunitas asli yang tinggal di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ada banyak cerita menarik tentang Wong Tengger. Ditinjau dari aspek sosial, budaya, historis, politis dan peran strategisnya, Wong Tengger dan Gunung Bromo tak pernah habis digali. Tulisan, foto, pengalaman saya berinteraksi dengan komunitas asli Tengger, perlahan tapi pasti akan saya sajikan dalam blog ini sebagai hikmah yang layak dikaji dan dibagi.